home | ask | archive | rss | ©theme
home | ask | archive | rss | ©theme
Pada satu segi masa, cerita ini semestinya tidak bermulai atau berujung. Namun aku—kita memilih untuk menjalani lajur ini dengan segala ketidakpastian dan bebatuan yang mungkin menjengkal. Ada rasa aman yang membuat nyaman, meskipun tak jarang angin-angin yang kalut turut menyeret kita dalam pusaran yang seolah tak hendak mereda. Biarpun demikian, aku masih ingin mengiringimu.
Kita mungkin pernah berpikir segala jerih ini hanya akan berbuah payah. Tapi Sayang, seringkali kita tetap tersenyum mengucap syukur dalam hembusan nafas lega saat jemari masih bisa bertautan. Tak ada yang mengatakan ini akan mudah, tapi kita percaya bahwa babak ini layak terkisah.
Bukan rasa yang membuatku asing, melainkan mereka yang terlalu bising. Bukankah ketika kita saling memiliki, itu saja sudah cukup terbilang satu kebahagiaan yang sederhana? Andaikan mereka mampu menutup mata dan telinga, lantas membuka jiwa dan logika, sungguh mereka akan menyadari dunia kita sama indahnya dengan apa yang ada dalam ideal mereka.
Maka jangan berhenti, Sayang. Tenangkanlah aku dan ikat aku dalam satu keyakinan. Tetaplah melaju, agar aku dapat kembali pulangpada diriku.
Depok, 24 Mei 2012—Kepada satu yang menyeimbangkan duniaku.

Pada satu segi masa, cerita ini semestinya tidak bermulai atau berujung. Namun aku—kita memilih untuk menjalani lajur ini dengan segala ketidakpastian dan bebatuan yang mungkin menjengkal. Ada rasa aman yang membuat nyaman, meskipun tak jarang angin-angin yang kalut turut menyeret kita dalam pusaran yang seolah tak hendak mereda. Biarpun demikian, aku masih ingin mengiringimu.
Kita mungkin pernah berpikir segala jerih ini hanya akan berbuah payah. Tapi Sayang, seringkali kita tetap tersenyum mengucap syukur dalam hembusan nafas lega saat jemari masih bisa bertautan. Tak ada yang mengatakan ini akan mudah, tapi kita percaya bahwa babak ini layak terkisah.
Bukan rasa yang membuatku asing, melainkan mereka yang terlalu bising. Bukankah ketika kita saling memiliki, itu saja sudah cukup terbilang satu kebahagiaan yang sederhana? Andaikan mereka mampu menutup mata dan telinga, lantas membuka jiwa dan logika, sungguh mereka akan menyadari dunia kita sama indahnya dengan apa yang ada dalam ideal mereka.
Maka jangan berhenti, Sayang. Tetaplah melaju, agar aku dapat kembali pulang pada diriku.
Depok, 24 Mei 2012—Kepada satu yang menyeimbangkan duniaku.
Bahwa SANGAT NGGAK ENAK ketika satu blog terpaksa dikunci gara-gara menghindari kekepoan seseorang yang ngalah-ngalahi 10 detektif canggih. Padahal saya ini nggak betah kalo nggak nulis. Padahal yang biasanya blog wordpress saya juga cuma segelintir. Terus apa artinya ngeblog di sana kalo yang baca cuma 1 orang? -_____-“
Katakanlah, kita ini semua berkeinginan dikenal. Get socialized. Being in the spotlight. Or whatever it may be. Tapi ternyata, privasi memang mahal sejak adanya berbagai media dunia maya di mana kita bisa menuliskan AAAAAPAAAAAAPUN yang kita mau.
Saya belajar, kendali seutuhnya ada di tangan kita. Seorang teman pernah mengutip kata-kata dalam Eragon, yang berbunyi “Pikiran adalah tempat teraman yang bisa dicapai manusia.” Ketika pikiran itu terbongkar, ke mana lagi kita bisa menuju? Mungkin yang salah bukanlah orang-orang yang membongkar paksa. Mungkin kita yang kurang hati-hati. Mungin, saya cuma tak siap menghadapi perubahan zaman ini.
Tapi ketika teman berbagi itu tak seutuh yang kita harapkan dan tak satupun jawaban memuaskan keinginan, apa lagi yang bisa dilakukan selain berlari ke dunia maya dan menulis…? :(
Gamang,
IHATERAINFALLS
See the winning photographs from the 2012 World Press Photo of the Year awards
For photojournalists it is the creme de la creme—an award they all secretly, or publicly covet. And, invariably, it comes with huge personal risk, because following the news often means placing oneself in harms way. Here are some of the winning pictures, more at the link. (Photos: New York Times/Corbis/Reuters)

Do not base your happiness off someone else
(Source: houseofonethousandcorpses, via hopelessdaydream)




